Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Mei 2011

Memperkuat Sinyal Modem Anda

Bagi Anda yang mengalami masalah dengan sinyal modem yang sering putus nyambung, mungkin trik ini bisa mengatasi masalah kalian . .
ok langsung saja :

1. Menggunakan Antena Luar, dengan menggunakan sistem induksi dimana kabel dari antena yang menuju ke Device (Modem/Wireless-LAN) tidak terhubung secara langsung dengan Device, melainkan pada ujung kabel dipasang semacam kumparan induksi/lilitan kawat berdiameter 1mm dengan diameter kumparan kira2 5cm (biasanya terbuat dari kawat berisolasi). Selanjutnya Device dimasukkan kedalam kumparan tadi. Dengan demikian diharapkan induksi elektromagnetik dari sinyal yang diterima dari antena menuju Device dan sebaliknya. Cara ini kurang efektif dan kurang aman untuk Menguatkan Sinyal GPRS atau Sinyal 3G ataupun wireless LAN,…. kenapa,.?… karena dengan induksi, energi sinyal dari modem atau sebaliknya dari antena-kabel-ke modem tidak semuanya tercover alias banyak energi yang hilang/Losses. Memang cara ini bisa menaikkan sinyal hingga 2 bar,. saya pernah mencoba bisa naik dari 2 bar menjadi 4 bar bahkan kadang2 full bar,.. Tetapi ternyata saat dilakukan browsing internet, download dan upload data sinyal sering nggak konek dan sering drop bahkan modem internet menjadi cepat panas…. Apa penyebabnya..? hal itu disebabkan energi sinyal modem banyak yang hilang dalam kumparan/hanya sedikit yang menginduksi,… selain itu cepat panasnya Device disebabkan terjadi VSWR yang tinggi pada modem akibat adanya benda logam/kumparan yang menyelubungi antena internal Device tersebut…. kalau ini dibiarkan berlama-lama Device bisa rusak pada bagian Power RF nya . .

2. Menggunakan Antena Luar dengan konektor terhubung pada internet modem/wireless. Cara ini seperti kita memasang antena TV dimana ada konektor dari kabel antena yang harus dihubungkan ke TV. Cara ini aman dan dapat Menguatkan Sinyal GPRS atau Sinyal 3G dengan sangat signifikan tetapi dengan syarat-syarat ; pertama, Antena harus sesuai dengan frekuensi kerja Device dan Impedansi Device. Karena apabila tidak ada kesesuaian maka sinyal bisa2 malah drop dan terjadi VSWR tinggi di dalam Device,…. device cepat panas dan bisa berakibat kerusakan,… ; kedua, Device harus memiliki soket untuk antena luar,… masalahnya tidak semua Modem internet memiliki fasilitas tersebut apalagi USB Wireless Internet LAN..; ketiga, harga sebuah antena eksternal yang bagus sangatlah mahal,…… bahkan mungkin lebih mahal dari Internet Modem/Wireless LANnya .

3. Menggunakan Extender USB atau perpanjangan USB, Cara ini merupakan cara paling aman dan murah untuk Menguatkan Sinyal GPRS atau Sinyal 3G meskipun harus sedikit ribet,… Pada cara ini Internet Modem/ Wereless LAN diletakkan pada tempat yang bebas atau sesedikit mungkin halangan antara modem internet dengan BTS atau Hotspot atau kalau bisa bebas hambatan/halangan artinya kalau modem dan BTS itu punya mata,… maka bisa saling melihat,… ini tentunya Device harus ditempatkan di ketinggian,.. ya benar,… kita bisa Membuat Extender USB dengan kabel UTP yang biasa digunakan untuk jaringan internet di Warnet dan menempatkan modem/wireless kita di atas rumah kita .

Selain untuk Menguatkan Sinyal GPRS, Sinyal 3G dan Sinyal Wireless LAN, cara-cara tersebut juga dapat digunakan untuk menguatkan Sinyal CDMA …

Semoga bermanfaat . .
Read rest of entry

Selasa, 26 April 2011

Perilaku Aman Saat Bermain Jejaring Sosial

Makin populernya jejaring sosial berarti makin kuat tekanan pada orang untuk memiliki Friend atau Follower sebanyak-banyaknya. Di lingkar sosial tertentu, salah satu yang dipandang adalah berapa luas jejaring yang dimiliki orang tersebut.

Istilahnya begini, semakin banyak Friend atau Follower, maka semakin tinggi derajat orang itu. Pengguna internet pun bagai takluk pada demam popularitas dan bisa jadi melakukan segala cara untuk mencari Friend atau Followes. Bahkan hingga menampilkan gambar yang menggoda, pada orang yang mereka sebenarnya tidak kenal.

Padahal, penjahat cyber saat ini sudah semakin canggih. Mereka tak ketinggalan dalam menggunakan taktik rekayasa sosial untuk membujuk korban dari sisi emosional. Dengan memanfaatkan sifat baik dan rasa belas asih manusia, penjahat cyber ini memupuk rasa percaya yang palsu pada korbannya.

Penjahat menyelinap dan menyusup di situs-situs yang dipercaya, atau di tempat yang sering digunakan untuk mengunduh konten ilegal, dan memakai jalur-jalur itu untuk menyebarkan program jahat mereka.

Pengguna yang tak awas bisa mengklik link apapun yang dikirimkan 'teman' mereka. Pengguna ini bisa jadi senang menerima 'deal' online dan mengunjungi situs berbagai (peer-to-peer) untuk mengunduh musik gratisan. Pengguna yang seperti itu punya kesempatan lebih besar untuk menjadi korban kejahatan cyber.

Oleh karenanya, pengguna layanan online harus lebih waspada pada risiko online dan terus mencari informasi terbaru tentang ancaman yang menghadang. Norton belum lama ini memperkenalkan Norton Cybercrime Index, sebuah piranti gratisan yang tersedia bagi semua orang.

Piranti ini akan mengukur dan memberi peringatan pada orang tentang risiko dan dampak kejahatan cyber di seluruh dunia. Untuk melihatnya, Norton Cybercrime Index di-update secara harian di situs www.nortoncybercrimeindex.com.

Untuk melawan ancaman di jejaring sosial dan menjaga keamanan pengguna, Norton juga menyediakan Norton Safe Web Scanner untuk Facebook di http://apps.facebook.com/nortonsafeweb.

Aplikasi gratis itu akan melindungi pengguna dengan memantau news feed di akun Facebook pengguna dan menangkap URL jahat. Ini memungkinkan situs berbahaya ditemukan sebelum terlanjut diklik. Hal ini sangat penting, karena hampir 60 persen dari situs yang tidak aman yang ditemukan oleh Norton Safe Web ternyata mengandung ancaman yang bisa menyerang komputer pengguna tanpa perlu ada proses download atau instalasi.

Berikut ada beberapa tips untuk tetap aman saat melakukan aktivitas di sosial media:

  • Hindari mengumbar detil pribadi
  • Pastikan Anda membaca, memahami dan mengatur setting privacy akun Anda.
  • Pastikan URL yang Anda kunjungi memang sungguh-sungguh milik jejaring sosial itu.
  • Ketikkan nama domain langsung di box pada browser Anda, bukan dari mengklik link.
  • Miliki piranti lunak keamanan yang komprehensif, up-to-date dan berbayar. Terutama yang memiliki tools untuk menemukan link tidak aman di situs jejaring sosial. Tools ini bahkan ada yang tersedia gratis -- yang bisa memantau News Feed akun Anda dan membantu menunjukkan mana link yang aman dan mana yang tidak.
  • Perhatikan posting Anda. Karena jejak informasi digital akan bertahan selamanya, ingatlah apa yang Anda katakan di situs baik tentang diri Anda maupun orang lain. Ingatlah bahwa informasi itu akan tersebar luas dan nyaris tidak mungkin untuk dihilangkan sama sekali.

Kami percaya bahwa nasihat terbaik dalam menjaga keamanan online adalah gabungan dari: pengetahuan, tindakan serta piranti lunak keamanan menyeluruh seperti Norton 360 v5.0. Kini tersedia melalui berbagai peritel dan di Norton online store.
Read rest of entry

Kamis, 31 Maret 2011

Update Status Gak Gitu Gitu Aja

Bingung gak sama gambar diatas?

Dari dulu, kalo mau update status kan adanya cuman kaya gitu-gitu aja ya. Nah, hari ini, kami berikan sedikit saran untuk update status. Pernah juga kan lihat update status menggunakan via yang aneh-aneh seperti via Android, via Blackberry, sampai-sampai ada juga kok yang update status via kedai mamah depan rumah saya
Nah, semua itu bisa dicari juga kok, kalo berkenan, berkunjung aja ke funnyfacebook.org disana menyediakan buanyak sekali via yang bisa digunakan untuk update status.

Itu dari via-nya. Sekarang, pernah gak sih update status dengan font yang gak gitu-gitu aja? Kalo belum pernah, kami berikan sedikit contohnya deh.


Bagaimana? Sudah pernah lihat kan? Sebenarnya ada kok alat yang bisa buat seperti itu, tapi di Facebook standard gak ada. Kalo seandainya mau update status yang agak aneh seperti gambar diatas, silakan saja berkunjung ke messletter.com. Disana menyediakan beberapa font aneh untuk update status. 

Tapi ada juga yang dari pc sendiri, kalo pakenya OS Windows. Cara nampilinnya dengan begini :
  1. Klik start, kemudian klik run , atau cara yang lebih singkatnya, tekan tombol windows pada keyboard dan R.

  2.   Nah, ketikan saja charmap, setelah itu nanti, akan muncul kotak dialog dan silakan saja pilih mana symbol yang ingin disisipkan. Memang sedikit ribet sih, kalo gak mau ribet, ya ke messletter.com lagi aja
Read rest of entry

Kamis, 03 Maret 2011

Kapan Sih Facebook Hadir di Indonesia?

Keputusan Facebook membuka dua kantor pemasaran di Singapura dan Hong Kong menyisakan satu pertanyaan: Kapan perusahaan milik Mark Zuckerberg ini akan membuka kantor perwakilan di Indonesia?
Berdasarkan data statistik yang dirilis CheckFacebook.com, Rabu (9/2/2011), Indonesia adalah pengguna Facebook terbesar kedua dunia dengan total pengguna mencapai 35 juta. Negara berpenduduk 230 juta orang ini hanya kalah dari Amerika Serikat yang jumlah pengguna Facebook-nya hampir 150 juta.
Situs web yang setiap hari meng-update jumlah pengguna Facebook ini bahkan mencatat populasi pengguna Facebook Tanah Air mencapai seratus persen. Artinya, semua pengguna Internet di Indonesia memiliki akun Facebook.
Dengan jumlah sebanyak itu, komunitas Facebooker Indonesia merajai kawasan Asia. Singapura yang menjadi tempat pertama kantor pemasaran di Asia hanya memiliki 2 juta pengguna Facebook. Sedangkan pengguna Facebook di Hong Kong hanya mencapai 3,7 juta orang.
Pertumbuhan Facebook selama dua tahun terakhir juga sangat besar. Seperti dikutip blog Nick Burcher, dalam dua tahun terakhir (2008-2010), pengguna Facebook di Indonesia tumbuh delapan ribu persen lebih (8223,2%). Bila pada bulan September 2008 jumlahnya hanya 322 ribu pengguna, pada September 2010, angka tersebut naik menjadi 26,8 juta pengguna.
Melihat begitu besarnya pengguna Facebook di Indonesia, kenapa Facebook belum juga membuka kantor di Indonesia? Di antara raksasa internet baru Yahoo! yang sudah mengembangkan sayap bisnisnya dengan membuka kantor perwakilan di Indonesia. Google sejauh ini juga belum membuka perwakilan di Indonesia meski sudah menjalin kerja sama untuk mendistribusikan produknya dengan perusahaan mitranya di Tanah Air.

sumber :: kompas.com
Read rest of entry

Jumat, 21 Januari 2011

Opera Hadir di TV dan Blu-ray Sony

 Bekerjasama dengan vendor perangkat elektronik Sony, Opera segera menghadirkan browsernya di TV dan pemutar Blu-ray. Opera menyebutkan, browser terintegrasi ini dijadwalkan hadir pertamakalinya di TV terbaru Sony, untuk seri Sony Bravia.  Opera bertujuan menghadirkan komponen interaktif untuk menghubungkan pengguna di rumah dengan menawarkan solusi Opera untuk perangkat Sony yang bernilai seni.

Dalam keterangannya, Krogh menyebutkan integrasi browser dan TV serta pemutar Blu-ray Sony akan menghadirkan aplikasi web, widgets, full web browsing dan berbagai standar seperti HTML5, HbbTV dan OIPF ke perangkat rumah pengguna.

Seiring kian bertambahnya perangkat elektronik rumah di ruang keluarga yang terkoneksi ke internet, maka penggunaan internet sendiri ikut berubah. Internet menjadi semakin dekat dan terhubung dengan keseharian orang-orang. 
Read rest of entry

Selasa, 18 Januari 2011

Hati-Hati - 5 Penyakit yang Timbul Akibat Keseringan ONLINE

Di jaman sekarang yang modern seperti ini, siapa sih yang tidak tahu Facebook dan Twitter? Sudah benar-benar ketinggalan jaman kalau sampai itu saja tidak tahu.
Online di Internet ternyata mampu menyebabkan gangguan mental. Ada beberapa kondisi atau keadaan gangguan mental yang bisa menimpa para pelaku online, berat ringannya gangguan bisa tergantung dengan konsep diri pengguna maupun beberapa faktor lain. Konsep diri seseorang terukur dari bagaimana dia mengenal dirinya sendiri melebihi orang lain, menerima kelebihan dan kekurangan kedalam satu paket. Beberapa gangguan mental tersebut adalah :
1. Keinginan Online Yang Meledak-ledak (Online Intermittent Explosive Disorder/OIED)

2. Toleransi Rendah Terhadap Kekalahan Dalam Forum (Low Forum Frustration Tolerance/LFFT)

3. Munchausen di Internet - Tukang Cerita untuk Membangkitkan Rasa kasihan (Munchausen Syndrome)

4. Gangguan Kepribadian Untuk Mematok Standar Tertentu Saat Online(Online Obsessive-Compulsive Personality Disorder/OOCPD)

5. Kepercayaan Diri di Dunia Maya yang Rendah (Low Cyber Self-Esteem -LCSE)

Read rest of entry

Selasa, 14 Desember 2010

Indonesia Butuh Internet yang Memadai

Memasuki era digital, koneksi Internet secara perlahan bergeser menjadi kebutuhan sehari-hari. Segala sesuatu yang bisa dilakukan secara offline kini dapat ditempuh secara online, mulai dari surat-menyurat, transaksi jual-beli, belanja, sampai memesan tiket pun dapat dilakukan di Internet.

Tetapi, tak bisa dipungkiri, koneksi Internet di Indonesia masih pas-pasan. Padahal, menurut Yuswohady, pengamat media sosial, pemasaran, dan manajemen, ada dua elemen penting yang mampu mendorong tingginya penetrasi broadband di Indonesia.

"Pertama, UKM-UKM lokal yang melek teknologi dan Internet. Dari hampir 50 juta UKM di Indonesia, 25 juta di antaranya adalah usaha non-pertanian," katanya di kantornya, Jakarta, Selasa 14 Desember 2010.

"Sehingga, kalau bisnisnya bisa didorong dengan Internet murah, teknologi komputasi awan, ERP (enterprise resources planning), CRM (customer relation manager), maka mereka bisa mengefisiensi biaya dan operasional," ucap Yuswohady.

Dia mengambil contoh negara-negara Asia lain yang relatif lebih maju dari Indonesia. "Di Korea dan Taiwan, UKM-UKM seperti di Indonesia cukup banyak. Namun, mereka melek teknologi dan Internet, sehingga UKM di sana tumbuh pesat. Mereka bisa bersaing dengan usaha-usaha enterprise sekalipun," katanya.

Elemen lainnya: fenomena media sosial. Yuswohady memperkirakan, ke depannya Indonesia akan melahirkan banyak social media enterpreneur (pengusaha di media sosial). "Media sosial seakan menjadi tempat baru bagi pengguna Internet untuk mencari uang. Bukan tak mungkin nantinya mahasiswa malas bekerja di gedung kantor," ujarnya.

Bagaimana tidak, untuk memulai sebuah bisnis kecil, mereka cukup mempunyai modal untuk hosting dan membeli domain. Kemudian, mereka dapat mengembangkan blog atau website tersebut dengan berbagai konten yang powerful dan mempunyai nilai jual.

"Jika sudah mempunyai akun di Facebook atau Twitter, mereka pun bisa mengembangkannya untuk berbisnis. Ini bahkan tanpa modal, sebatas akses Internet saja," pungkas Yuswohady.

sumber : vivanews
Read rest of entry

Terilhami Facebook, Mahasiswa Buat Situs Penilai Penampilan

Seorang mahasiswa tingkat dua di Boston University, Justin Doody, begitu terinspirasi setelah menonton 'The Social Network'. Film tentang awal terciptanya Facebook ini mendorongnya untuk membuat situs serupa.

Lantas, dia pun membuat situs yang dinamakan RateBU.com. Meski sama-sama situs jejaring sosial, RateBU punya fungsi berbeda dengan Facebook. Situs ini diciptakan Doody untuk memungkinkan para mahasiswa di Boston University yang menjadi penggunanya bisa saling memberikan penilaian soal penampilan mereka. 
Di Boston University sendiri situs ini langsung populer dan menarik perhatian banyak mahasiswa. Namun demikian, timbul pula kontroversi yang mempertanyakan soal privasi dan tata krama berkaitan dengan kehadiran RateBU. 

"Saya berharap para pengguna menganggap situs ini menarik. Saya tahu, akan ada muncul sedikit kontroversi dari beberapa pihak. Namun saya tidak menyangka, situs ini langsung mendapat perhatian," papar Doody.

Dia mengaku mendapatkan banyak feedback positif, dan sebagian besar pengguna menyadari bahwa RateBU hanyalah untuk lucu-lucuan dan bersenang-senang. "Saya tidak bermaksud membuat situs ini menyakiti siapapun," ujarnya.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tak semua orang menyukai kehadiran RateBU. Beberapa mahasiswa lain mengaku tidak menyukai situs ini. "Saya sangat membencinya. Ini mempermalukan saya," ujar salah satu mahasiwa.
Read rest of entry

Selasa, 09 November 2010

Riset: Obesitas Menular Lewat Jejaring Sosial

Transisi dari normal ke obesitas, dipengaruhi jumlah kontak sosial yang mengalami obesitas


Sebuah riset yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan Harvard mengungkap bahwa obesitas atau kegemukan merupakan salah satu 'penyakit menular'. Dan obesitas ternyata juga bisa menular melalui medium jejaring sosial.


Seperti dikutip dari Science20.com, penelitian yang menggunakan pemodelan matematis itu, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah orang yang mengidap obesitas di Amerika Serikat pada dekade terakhir diakselerasi juga oleh situs jejaring sosial.

Menurut Hill,mahasiswa Program for Evolutionary Dynamics, Biophisycs Program, Harvard-MIT Division of Health Science and Technology, Harvard, kini, di AS saja tingkat obesitas penduduknya telah mencapai sekitar 34 persen. Angka itu bisa naik hingga di atas 42 persen. Adapun penelitian ini memanfaatkan data-data dari Framingham Heart Study.

Hill merinci, bahwa orang-orang AS yang tidak mengalami obesitas memiliki 2 persen kesempatan untuk menjadi obesitas. Namun angka itu akan bertambah lagi 0,4 persen setiap satu kontak sosial yang dimilikinya.

Artinya, bila ada lima kontak di jejaring sosial yang mengalami obesitas, maka sudah cukup untuk menggandakan resiko menjadi obesitas. "Lebih gampang untuk mengalami kelebihan berat badan ketimbang menguruskan badan," Hill menambahkan.

Kemungkinan terjadinya transisi dari seseorang yang tidak obesitas menjadi obesitas, ternyata dipengaruhi oleh jumlah kontak sosial yang mengalami obesitas. Sebaliknya, hal itu justru tidak terkait dengan jumlah kontak yang mengalami obesitas. 

Sementara, kemungkinan untuk bisa mengurangi berat badan tidak tergantung dengan jumlah kontak sosial yang mengalami oebsitas maupun kontak yang tidak mengalami obesitas.


Penyebaran obesitas ini, diklaim telah menyebar melalui jejaring-jejaring sosial, lewat transfer dari orang ke orang. Sementara obesitas yang terjadi bukan akibat interaksi sosial (non-sosial), terjadi akibat makanan yang tak sehat dan gaya hidup serba mudah.

David G. Rand, ilmuwan Program for Evolutionary Dynamics dan Department of Psychology and Berkman Center for Internet & Society, Harvard, mengatakan  walaupun transmisi non-sosial obesitas masih merupakan komponen penting dalam penyebarannya, namun transmisi sosial dari obesitas tumbuh demikian cepat pada empat dekade belakangan.

"Hasil penelitian kami mengatakan bahwa norma-norma sosial tengah mengubah kecenderungan orang yang sebelumnya menjadi obesitas akibat mekanisme non-sosial. Dan efek yang ditimbulkan oleh seorang penderita obesitas kepada kontaknya yang non-obesitas, juga semakin tinggi," kata Rand.

Bila teori ini benar, agaknya cukup simpel bila ingin tetap memiliki tubuh yang langsing. Jangan berteman dengan orang gendut di Facebook Anda atau di jejaring sosial lainnya. 
Read rest of entry

Minggu, 24 Oktober 2010

Beberapa Software di Balik Perkasanya Facebook

Facebook memang terbukti sebagai situs jejerang sosial terbesar di seluruh dunia, dengan jumlah warga lebih dari 500 juta bukanlah perkara mudah untuk merawatnya. Untuk itulah dibutuhkan software pendukung yang memadai.Sebagai situs jejaring sosial yang paling digandrungi, Facebook memang memiliki aktifitas yang cukup tinggi. 
Facebook melayani sedikitnya 570 miliar page view setiap bulannya.

Selain itu, tercatat sekitar 3 miliar foto diupload setiap bulannya oleh seluruh pengguna. Hal itulah yang membuat Facebook memiliki jumlah server cukup besar, yakni sekitar 30 ribu server yang ada hingga 2009 lalu.

Selain perangka keras yang mendukung, kelangsungan hidup Facebook juga tak lepas dari peran serta software pendukung seperti:

Memcached, sebuah software yang bertugas untuk mendistribusikan cache memory di dalam Facebook. Konon, Facebook telah menggunakan aplikasi ini selama beberapa tahun. Namun tentunya dengan beberapa penyesuain terhadap kebutuhan saat ini.

HipHop for PHP, aplikasi ini bertugas untuk mengkonversi bahasa pemrograman PHP menjadi C++. Sehingga akan mempercepat pengolahan data di dalam Facebook.

Haystack, inilah aplikasi yang bertugas mengurusi storage foto di dalam database Facebook. Sebagai informasi, Facebook memiliki 80 miliar foto dengan beragam resolusi. Jadi dibutuhkan aplikasi yang benar-benar tangguh untuk mengeolanya.

Selain ketiga software tersebut, Facebook juga memiliki beberapa aplikasi lain seperti BigPipe, Cassandra, Scribe, Hadoop and Hive, Thrift, dan Varnish. Semua piranti lunak tersebut digunakan untuk menjaga kelangsungan Facebook hingga saat ini.
Read rest of entry

Kamis, 02 September 2010

Percakapan Digital di Luar Facebook dan Twitter

Dua lontaran tadi tidak saya dapatkan di Twitter maupun dinding Facebook melainkan di halaman 12A Pos Kota, Rabu 1 September 2010. Tiba-tiba saya tersadarkan oleh satu hal: konversasi khalayak tak hanya berlangsung di media baru tapi juga tetap berjalan dalam media lama (kertas).

Tentu ada bedanya. Di jagat online, apa yang muncul di public timeline, dan tak diproteksi oleh si penulis, dapat dibaca siapa saja dan dikomentari oleh orang lain secara lebih lekas.

Bukan hanya itu. Orang lain pun dapat menyebarkannya, mempreteli bagian yang perlu, lalu mengemas ulang sebagai konten di media baru. Dan ujung dari semua itu adalah pengarsipan dan pencarian oleh mesin pencari.

Internet telah membangun khazanahnya sendiri dan tak dapat dihentikan kecuali oleh rezim yang memutuskan semua akses warganya  ke internet – tapi itu pun harus berhadapan dengan dunia luar dan selundupan teks dalam format apapun.

Memberi kesempatan kepada sebanyak mungkin orang (yang melek huruf) untuk membangun khazanah pengetahuan adalah sesuatu yang baru dan menggairahkan dalam sejarah peradaban. Internet memberikan itu.

Dalam kasus media lama, yaitu Pos Kota versi cetak, para pengguna rubrik "Mau Ngucapin Selamat?" menggunakan SMS. Sebagian besar mencantumkan nomor ponselnya secara lengkap. Karena nomor ponsel adalah bagian dari identitas, maka yang dilakukan pengirim SMS di ranah publik itu tak beda dengan yang dilakukan di Facebook. Bedanya, di Facebook belum tentu menampilkan ponsel. Yang penting ada pernyataan diri.

Yang pasti proses digital penyampain pesan telah ditempuh. Dari ponsel pengguna, ke SMS gateway, lalu komputer editor akhir,  lantas ke komputer desktop publishing, dan seterusnya, dan akhirnya media pemuatnya dibawa oleh loper bersepeda.

Lama, kan? Balasan dari pembaca hanya bisa via editor atau langsung ke ponsel "pencurhat". Cara yang pertama akan bertemu filter, belum tentu dimuat. Cara yang kedua tidak akan muncul di ranah publik.

Sebagai rubrik, sebelum ada SMS, pengiriman salam ini biasa. Artinya sejak awal memang banyak orang membutuhkan konversasi publik. Isinya boleh sekadar menanya kabar, dengan bumbu mendayu maupun cengengesan.

Apa hubungannya dengan media sosial? Kebutuhan akan konversasi ini yang bisa membantu kita menjelaskan kepada orang luar kenapa Facebook dan Twitter cepat merasuki kehidupan masyarakat Indonesia. Bahkan Facebook dan Twitter, selain Yahoo! Messenger, sudah menjadi fitur yang wajib diiklankan dalam ponsel murah meriah di bawah Rp 400.000.
Read rest of entry

Kamis, 29 Juli 2010

5 Hal Buruk dari Facebook


Mengakses Facebook memang mengasyikkan. Apalagi jika sudah membahas suatu hal dalam sebuah dinding, yang kemudian mengomentarinya sampai panjang lebar, walaupun mungkin tidak ada hubungannya dengan apa yang ditulis di dinding tersebut. Juga saat asyik-asyiknya chating dengan teman, mungkin untuk sebagian orang itu sangat mengasyikkan. Ataupun saat senang-senangnya mengutak-atik aplikasi baru di facebook, karenaa memang, akhir-akhir ini facebook mulai  mencari dan terus mencari aplikasi baru agar lebih menarik. Kendati demikian, situs yang digemari sekitar 500 juta pengguna ini tak luput dari kritikan. Ibarat pisau bermata dua, selain memiliki sisi positif, ada pula sisi negatif dari Facebook. Berikut adalah lima hal buruk dari Facebook dikutip dari situs V3.  

1. Privasi

Masalah privasi berada di urutan nomor satu sebagai hal paling buruk dari situs jejaring sosial yang dibuat oleh Mark Zuckerberg ini. Ada banyak pengguna mengeluhkan pengaturan Facebook sering berubah-ubah. Hal ini menurut pengguna membuat mereka lebih rentan 'diintai'.

Jika membaca terms and conditions pada Facebook dengan seksama, pengguna akan menemukan hanya sedikit hak atas data pribadi mereka yang ada pada situs tersebut.

2. Membuang waktu

Facebook punya banyak daya tarik untuk membuat penggunanya 'khilaf'. Mereka bisa asyik berbalas komentar, bermain game, mengobrol dan melakukan banyak hal seru lainnya di Facebook. Akibatnya bisa ditebak, orang akan lupa diri dan menghabiskan waktunya hanya untuk Facebook. Hal ini terjadi pada semua pengguna Facebook dari berbagai kalangan dan usia.

Salah satu dampaknya, tak heran jika banyak perusahaan yang memblokir Facebook saat jam kerja. Alasannya jelas, perusahaan tersebut tak ingin karyawan mereka keasyikan bermain Facebook yang ujung-ujungnya berimbas pada penurunan produktivitas kerja.

3. Oversharing

Sudah bukan rahasia lagi jika setiap pemilik akun Facebook merasa perlu meluangkan beberapa menit untuk membagi informasi yang mereka nilai penting untuk dipublikasikan.

Namun beberapa pengguna menjadi lupa dan tidak hati-hati dengan informasi yang mereka bagi ke publik. Saran terbaik untuk meminimalisir oversharing, ada baiknya memilah informasi yang akan dibagi. Perhatikan juga kepada siapa saja informasi itu dipublikasikan.

4. Program afiliasi

Situs jejaring sosial populer ini punya cara baru dalam memperoleh pendapatan yakni dengan membuka platform mereka ke pihak ketiga --para pengembang aplikasi dan pengiklan. Sayangnya, hal ini juga membuka peluang baru terhadap risiko sistem keamanan.

Diantara Facebook dan pihak ketiga kemudian muncul sebuah kesepakatan untuk program afiliasi. Hal ini menyebabkan data pengguna rentan beralih ke pihak ketiga, yaitu ketika pengguna mengakses tautan yang mereka sediakan. Oleh karenanya, serangan semacam operasional click-jacking umum terjadi di Facebook dan semua itu berkaitan erat dengan sistem pihak ketiga.

5. Keamanan

Masalah keamanan beberapa diantaranya terkait erat dengan poin nomor empat. Di luar itu, kasus penyebaran virus atau pembobolan data pribadi melalui Facebook memang kerap terjadi.

Banyak pengguna yang percaya, saat mengklik tautan atau gambar yang dikirimkan seseorang melalui Facebook, berarti bahwa mereka selalu mengakses item atau situs yang aman. Sayangnya pendapat ini salah. Hacker punya banyak cara memanfaatkan Facebook untuk menyebarkan virus, spam atau mencuri data pribadi si pengguna. Facebook juga kerap digunakan oleh orang tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.
Read rest of entry
 

My Blog List

Followers

Recommended Gadget

  • ads
  • ads
  • ads
  • ads

Masieh Adha Adjah Copyright © 2009 Gadget Blog is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal