Rabu, 21 Juli 2010

Biomechanical Harvester: Dengan Tungkai Bisa Nyalakan Laptop

Tahukah Anda jika manusia dengan segala aktivitasnya dalam kehidupan sehari-hari terdapat potensi energi sebesar 150 watt? Meski sayangnya, potensi energi yang terdapat dalam aktivitas manusia ini belum bisa sepenuhnya dimanfaatkan, namun beberapa ilmuwan telah mulai mencoba menggali potensi energi tersebut.
Salah satunya yang dilakukan oleh Harus Guntur Laksana dari kelompok riset biomechanical energy Jurusan Teknik Mesin ITS. Bersama dengan Umarudin mahasiswa S1 jurusan Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, mereka mengembangkan alat untuk memanen energi yang terdapat di tubuh manusia dengan semua aktivitasnya. Alat yang mereka kembangkan ini diberi nama Biomechanical Energy Harvester.
Alat ini adalah berfungsi mengubah energi gerak pada manusia untuk dijadikan energi listrik. Alat berukuran panjang 7 cm lebar 7,5 cm dan tinggi 2,5 cm memanfaatkan energi gerak yang terdapat di tungkai kaki manusia.
”Sengaja kami memilih bagian tungkai kaki karena pada bagian tubuh ini merupakan bagian dari tubuh manusia yang mempunyai potensi energi paling besar sekitar 54 watt,” kata Harus.
Biomechanical Energy Harvester ciptaan Harus ini memanfaatkan gerak tungkai kaki manusia. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tentunya tak lepas dari aktivitas berjalan kaki. Nah, energi gerak saat manusia berjalan ini yang coba diubah oleh Harus menjadi energi listrik.
”Hasilnya lumayan. Dari hasil uji coba dengan menggunakan threadmill, alat ini rata-rata bisa menghasilkan 7 volt arus listrik, dengan kecepatan jalan kaki sekitar 8 km/jam,” kata Harus.
Generator Mini
Daya sebesar ini, kata Harus memang sudah sesuai dengan targetnya. Harus bersama timnya mempunyai target Biomechanical Energy Harvester ini bisa menghidupkan baterai laptop. Untuk dapat menghidupkan baterai laptop, setidaknya dibutuhkan 7 volt, 12 amper.  Namun sayangnya, amper dari Biomechanical Energy harvester ini masih sekitar 5 amper.
”Alat ini masih apa adanya, belum ada modifikasi sehingga pantas jika daya yang dihasilkan baru sebesar itu,” ujar Harus.
Untuk meningkatkan Amper Mechanical Harvesrter ini, Harus bersama dengan timnya berencana untuk menambah jumlah lilitan kawat pada kumparan. Saat ini, dari biomechanical energy harvester yang ada jumlah lilitan kawat pada kumparannya hanya berjumlah 500. Jumlah ini dapat ditingkat menjadi 2.000 lilitan. Selain itu, untuk  meningkatkan daya bisa juga dipasangkan dengan electric booster. Sehingga energi listrik yang dihasilkan dapat dilipatgandakan.
Prinsip kerja alat ini sebenarnya sederhana. Gerakan pada tungkai kaki dimanfaatkan untuk menggerakan magnet yang mengeliling kumparan. Untuk menggerakkan magnet digunakan sepasang roda gigi. Sedangkan untuk menimbulkan arus listrik digunakan kumparan dan magnet. Jadi setiap tungkai kaki bergerak akan menggerakan magnet yang mengeliling kumparan. Gerakan magnet yang mengelilingi kumparan ini yang kemudian menimbulkan induksi listrik. Listrik yang muncul itu, dibangkitkan lagi dengan sebuah generator mini.

0 komentar:

Posting Komentar

 

My Blog List

Followers

Recommended Gadget

  • ads
  • ads
  • ads
  • ads

Masieh Adha Adjah Copyright © 2009 Gadget Blog is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal