Jumat, 14 Januari 2011

SPOT Connect, Ubah Ponsel Jadi Berbasis Satelit

Kehilangan sinyal ponsel di suatu area? Tenang saja, ada cara lain untuk membantu komunikasi agar tetap lancar, yakni dengan mengubah ponsel Anda menjadi telepon berbasis satelit.

Adalah Spot LLC, sebuah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang memiliki ide ini. Dengan sebuah perangkat yang dinamakan SPOT Connect, saat kehilangan sinyal, ponsel otomatis mengandalkan satelit dan tak lagi menggunakan jaringan seluler.

Selanjutnya, SPOT Connect bertindak seperti komunikator satelit yang mengirim pesan melalui jaringan satelit Globalstar dari sistem operasi smartphone. Globalstar sendiri adalah konstelasi  satelit Low Earth Orbit (LEO) atau orbit Bumi rendah untuk telepon satelit dan komunikasi data berkecepatan rendah.

Nah, dengan demikian pengguna yang tengah berada di area terpencil bisa mengirim SMS atau email berbasis lokasi melalui satelit, mengupdate jejaring sosial, atau melacak pergerakan di Google Maps/My Tracks.

Tentu saja bisa, karena telepon berbasis jaringan satelit memiliki jangkauan yang lebih luas dibandingkan jaringan seluler yang bergantung pada Base Transceiver Station (BTS) di darat. Sementara telepon satelit, ibarat memiliki BTS yang ditempatkan di udara, bisa menjangkau hingga ke pedalaman, pegunungan atau wilayah laut.

Tambahan lainnya, dalam keadaan genting smartphone bisa menentukan lokasi berdasarkan jaringan satelit Globalstar dan menyampaikan informasi tersebut ke kontak personal atau ke kontak pusat tanggap darurat internasional.

SPOT Connect dibanderol seharga USD 169,99 (Rp 1,5 jutaan), harga ini belum termasuk biaya berlangganan layanan satelit yang dipatok mulai dari USD 100 (Rp 898 ribuan) per tahun. Untuk bisa menggunakannya, pengguna harus mengunduh aplikasinya di situs SPOT Connect dengan ponsel.
Read rest of entry

Kacamata Lady Gaga Bisa Foto dan Rekam Video

Lady Gaga yang dikenal berpenampilan nyentrik, memperkenalkan gadget yang tak kalah unik dengan penampilannya, sebuah kacamata yang bisa memotret!

Mungkin tidak banyak yang tahu, hampir setahun perusahaan teknologi kamera dan film Polaroid bekerjasama dengan Lady Gaga sebagai creative directornya. Kini, saatnya penyanyi fenomenal asal Amerika itu memperlihatkan hasil karyanya.

Diberi tajuk 'Grey Label by Haus of Gaga' gadget ini rencananya akan dijual dalam satu paket, yakni sepasang kacamata dengan kamera dan layar terintegrasi di dalamnya, printer foto mobile dan kamera Polaroid. 
Selanjutnya jika ingin mencetak foto, earpiece di kacamata ini bisa dilepas dan dikoneksikan melalui USB ke printer yang akan langsung mencetaknya. Selain itu, gambar juga bisa ditansfer melalui Bluetooth. Pada kacamata terdapat juga fitur layar yang memungkinkan pengguna bisa memutar ulang atau menonton video yang telah direkam. Asyik bukan? 

Jika tertarik membelinya, Anda masih harus bersabar. Pasalnya, kacamata ini masih dalam tahap prototype atau belum jadi dan masih akan dikembangkan. Polaroid menjanjikan kacamata 'ajaib' Lady Gaga ini baru tersedia di pasar pada akhir 2011.
Ini adalah pertama kalinya sepasang kacamata bisa dipakai melindungi mata dari silaunya matahari dan sekaligus digunakan untuk mengambil gambar.


detikinet
Read rest of entry

Sulap PlayStation 3 Jadi Internet TV

Pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2011 yang digelar di Las Vegas, penyedia jasa internet Orb Networks sempat memamerkan salah satu aplikasi mereka. Dengan bantuan software tersebut, gamer pemilik PlayStation 3 (PS3) dijanjikan bisa menyaksikan film melalui Hulu, Netflix, YouTube, dan Amazon Video on Demand.

Joe Costello, CEO dari Orb Networks, mengklaim bahwa aplikasi yang mereka tawarkan adalah solusi yang lebih hemat dibanding dengan layanan sejenis, misal Google TV.

Aplikasi yang dibanderol USD 19,99 atau sekitar Rp 170 ribu itu juga memiliki versi ponsel. Fungsinya, hanya untuk mengontrol layanan apa saja yang boleh di akses melalui software tersebut. Tentunya dibutuhkan juga versi resmi yang ada di PS3.

Dengan jumlah pemilik PS3 yang mencapai 40 juta, serta 8 juta media berbasis Blu-ray, Orb Networks percaya bahwa aplikasi besutan mereka dapat sukses di pasaran.
Biaya gabungan dari pemutar Blu-ray dengan software Orb Networks, masih lebih murah jika dibandingkan dengan layanan internet tv lainnya seperti Boxee dan Google TV
Read rest of entry

Rabu, 05 Januari 2011

Cara Sederhana Split file dengan Winrar

Sebenarnya Floppy sudah tidak begitu populer lagi, terutama sejak maraknya media penyimpanan USB Flash Disk. Tetapi ada kalanya sebuah komputer lama tidak memiliki port USB, disamping itu karena harga Flash Disk yang masih relatif mahal membuat kita belum mampu untuk memenuhi kebutuhan yang tergolong masih skunder bagi sebagian orang ini. Ataupun bisa jadi untuk kepentingan download, kadang kita perlu memecah – mecah file biar downloadnya efektif.
Adalah sebuah tool kompresi Winrar yang melengkapi dirinya dengan program spit seperti itu. Sebelum cara ini anda lakukan dikomputer anda harus sudah terinstall program Winrar.
Cara untuk men-split (mememecah file) akan saya jelaskan langsung seperti contoh berikut ini. Kita akan mensplit Winamp5 dengan ukuran 4,5 Mb dalam bentuk Winrar.
  1. Pilih klik kanan file Winamp5.
  2. Pilih Add to archive…, seingga muncul kotak dialog Archive nae and parameters
  3. Pada tab General carilah bagian Split to volumes, byyes, kemudian dari kotak drop down pilihlah 1.457.664 jika anda ingin men-split file dalam ukuran disket, atau masukkan sembarang nilai sesuai yang anda harapkan. Kalau anda takut terdapat bad sector pada disket yang anda gunakan masukkan saja ukuran 1Mb atau tulis di kotak tersebut 1.000.000.
  4. Jika sudah selesai klik OK, sehingga Winrar akan melakukan proses kompresi sekaligus memecah file dalam ukuran sekitar 1 Mb. Tunggu beberapa saat sampai proses selesai.
  5. Maka di tempat tersebut akan terdapat 5 file berformat winrar. Kelima file tersebut adalah Winamp5.part1.rar, Winamp5.part2.rar, Winamp5.part3.rar, Winamp5.part4.rar, Winamp5.part5.rar.
  6. Untuk menyatukan kembali buka saja part1.rar dari ke lima file tersebut. Walaupun filenya terpecah – pecah menjadi lima bagian, akan tetapi kalau kita buka part1.rar akan nampak seperti kita mengkompres file/folder sebenarnya. Dari contoh diatas setelah anda pindahkan ke lima file di tempat/komputer yang lain, bukalah Winamp5.part1.rar.
  7. Sebuah file dengan nama Winamp5 bisa anda install ataupun anda ekstrak, dari komuter yang lain tersebut. Tentunya dengan catatan pada komputer ke dua tersebut terinstall Winrar juga. 

sumber kaskus.us

Read rest of entry

Metode Pengolahan Limbah Styrofoam

Kemasan makanan sampai saat ini masih menjadi salah satu sumber terbesar pemasok sampah bagi lingkungan hidup. Salah satu masalah utamanya adalah banyak jenis bahan kemasan pembungkus makanan tersebut merupakan bahan-bahan yang sulit terurai secara langsung oleh alam apabila dibuang langsung ke lingkungan. Seperti plastik, styrofoam, botol plastik dan lain-lain.
Styrofoam misalnya, menggunakan bahan ini sebagai pembungkus makanan menimbulkan masalah yang cukup memprihatinkan bagi lingkungan. Styrofoam bukan barang yang bisa didaur ulang, seperti gelas, kertas, atau metal, yang dapat didaur ulang menjadi material mentah untuk dibuat kembali menjadi barang serupa. Yang tidak kalah penting, styrofoam tidak bio-degradable atau tidak bisa hancur oleh mikroorganisme di udara dan di dalam tanah.
Selama ini metode yang digunakan untuk mengurangi sampah styrofoam adalah pembakaran lewat incinerator. Padahal pembakaran styrofoam dapat menghasilkan gas karbon dioksida, gas karbon monoksida, dan gas CFC yang dapat merusak lapisan ozon. Belum ada cara yang aman, efektif, dan mudah untuk memecahkan masalah menumpuknya sampah styrofoam yang tidak bisa hancur tersebut.
Namun, baru-baru ini dua orang pelajar kita berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan memperoleh medali perak pada Olimpiade Proyek Lingkungan Internasional Eropa-Asia Ke-2 (INEPO Euroasia), yang dilangsungkan di Baku, Azerbaijan, pada 1-6 April bulan lalu, dengan mengusung tema ini. Adrienne Trinovia Sulistyo dan Vici Riyani Tedja, siswi grade XII IPA SMU Santa Laurensia, Alam Sutra, Tangerang, berhasil mengharumkan nama bangsa lewat proyek penelitian mereka yang berjudul "Pengolahan Limbah Styrofoam Melalui Proses Kimiawi Sulfonasi dan Proses Biologi Tradisional dengan Ekstrak Kulit Jeruk".
Di bawah bimbingan tim guru dari Santa Laurensia, keduanya melakukan penjelajahan literatur, termasuk dari Internet, dan beberapa percobaan di laboratorium untuk melakukan pengujian. Temuan pertama mereka, ekstrak kulit jeruk ternyata dapat melumerkan styrofoam karena kulit jeruk mengandung zat yang disebut d-limonene. Selama ini d-limonene, yang terdapat di hampir seluruh jenis jeruk, sudah sering dimanfaatkan sebagai cairan pembersih dan pelarut. D-limonene terbukti efektif menyingkirkan minyak, oli, gemuk, lilin parafin, dan lainnya. "Tapi pemanfaatannya sebagai pelarut sampah bahan polystyrene belum pernah ada," kata Adrienne.
Dalam percobaan mereka, Vici dan Adrienne menghaluskan kulit jeruk dalam blender dan memerasnya untuk mengeluarkan ekstrak yang mengandung d-limonene. Cairan ekstrak kulit jeruk ini dipakai untuk merendam styrofoam yang sudah dipotong kecil-kecil sepanjang 3 sentimeter. Selama perendaman, potongan styrofoam terus diaduk. "Hasilnya, potongan styrofoam perlahan mengecil sampai akhirnya lumer dan air ekstrak menjadi kental," ujar Adrienne.

Pada saat lumer itulah styrofoam aman dibuang dan dapat diurai oleh mikroorganisme tanah atau udara karena sudah berada dalam kondisi molekul rendah. Penggunaan ekstrak kulit jeruk juga tidak menyebabkan polusi bagi lingkungan karena berasal dari sumber alami.
"Kulit jeruk yang sebenarnya termasuk sampah juga mudah didapat karena merupakan by-product atau produk sampingan dari industri atau konsumsi jeruk," katanya. "Jadi kita mengatasi sampah dengan sampah."
Kedua gadis ini juga mengembangkan cara lain untuk menghancurkan sampah styrofoam, yaitu memakai proses kimiawi. Dalam proses yang disebut sulfonasi ini, styrofoam yang sudah dipotong-potong dicampur dengan klorofom dan asam sulfur. Campuran ini didiamkan selama dua jam dalam suhu 45 derajat Celsius sampai berubah menjadi larutan PSSNa. Lewat proses pemisahan dan netralisasi memakai sodium hidroksida (NaOH), larutan ini akan menghasilkan serbuk polimer setelah dikeringkan.

Walaupun lebih rumit, metode pengolahan styrofoam secara kimiawi ini bukan hanya agar aman dibuang, tapi juga menghasilkan produk dengan nilai tambah yang tinggi. "Serbuk polimer PSSNa yang dihasilkan bisa digunakan sebagai bahan super-plastifier dalam industri semen, sebagai bahan polimer dalam pemrosesan air bersih, dan lainnya," kata Adrienne.
Walaupun demikian hal ini perlu penelitian yang lebih lanjut untuk dapat dimanfaatkan sebagai salah satu proses pengolahan limbah styrofoam. Mengurangi penggunaan styrofoam sebagai bahan kemasan makanan juga merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah limbah styrofoam ini.
Read rest of entry
 

My Blog List

Followers

Recommended Gadget

  • ads
  • ads
  • ads
  • ads

Masieh Adha Adjah Copyright © 2009 Gadget Blog is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal